Eitss. jangan menyerah dulu ya gaiss. Saya akan mencoba membantu kalian untuk menganalisis unsur instrinsik dan ekstrinsik dari puisi
Apakah unsur intrinsik puisi itu?
Unsur intrinsik puisi adalah unsur-unsur yang berasal dari dalam puisi itu sendiri. Apa sajakah?
Unsur intrinsik puisi terdiri dari beberapa unsur, yaitu :
1.
Tema
Tema adalah hal pokok yang diceritakan dalam
puisi tersebut. Misalnya saja puisi tersebut bertema tentang pendidikan,
kebudayaan, religius, atau yang lain.
2.
Rasa dan
Nada
Rasa dan nada merupakan ungkapan perasaan
yang diceritakan dalam puisi tersebut. Misalnya saja kesedihan dan kebahagiaan.
3.
Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan
oleh pengarang dalam puisi tersebut. Pesan ini bisa disampaikan dalam bentuk
tersirat maupun tersurat.
4.
Diksi
Diksi adalah pemilihan kata. Kata seperti apa
yang dipilih oleh pengarang dalam puisi tersebut.
5.
Gaya bahasa
Gaya bahasa atau biasa yang disebut majas,
lebih mirip seperti bahasa kiasan yang digunakan dalam puisi. Majas sendiri
memilikii banyak jenis seperti majas personifikasi, majas metafora, majas
hiperbola, dan lain-lain.
6.
Rima
Rima atau biasa disebut dengan persajakan
merupakan persamaan bunyi dalam puisi, baik dalam tiap larik maupun tiap bait.
7.
Irama
Irama merupakan pergantian tingkat suara
dalam pengucapan bunyi.
8.
Enjambemen
Namun, tidak semua puisi memiliki unsurnya secara lengkap. Ada puisi yang hanya memiliki beberapa unsurnya saja
Selanjutnya, apakah unsur ekstrinsik puisi itu?
unsur ekstrinsik puisi yaitu unsur-unsur atau nilai -nilai yang berasal tidak dari puisi tersebut, melainkan dari luar puisi. Apa sajakah?
- Unsur biografi merupakan latar seputar latar belakang pengarang atau biografi pengarang.
- Unsur nilai. Terdiri dari banyak nilai, diantaranya nilai sosial, nilai pendidikan, nilai budaya.
Berikut contoh analisis unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik Puisi
Cangkir yang
Kedua
Karya : Febrian
Melinda
Aku pernah lupa dengan indahnya bunga yang sebenarnya
Aku terlena dengan racun di dalam madu
Jauh dari hakikat kepompong
Diri tak mengikut hati
Hati tlah dipenuhi kabut hitam dunia
Sebuah cangkir terhias ukiran nan cantik
Ia diberinya dengan percuma
Namun, tak pintar akal layaknya elang
Memilah mana daging mana rumput
Kini..
Bagai ulat yang merindukan kupu – kupu
Sesalan kembali menjadi debu
Aku telah memilih
Jalanku mungkin bukan mereka
Jalanku mungkin bukan yang sempurna
Aku pernah ada di masa itu
Masa dimana kapal karam di dalam lautan lepas
Tak lagi punya nafas untuk sekedar berpamitan
Kini.. Tuhan bersahabat
Menghukum telak kekalahan raga
Sadar benar benar sadar
Cangkir kedua kembali dibungkus
Tetap dengan keindahannya
Sungguh tak terkira bunga taman hidup kembali
Unsur Instrinsik
1.
Tema : Kerinduan.
2.
Rasa dan nada : Kesedihan, ketulusan, pasrah, kebahagiaan.
3.
Amanat : Amanat dari puisi di atas adalah kita harus
mensyukuri waktu yang masih diberikan pada kita untuk memperbaiki kesalahan.
4.
Diksi : Menggunakan makna
konotatif.
5.
Gaya bahasa : Menggunakan majas metafora.
Menggunakan majas
personifikasi pada “Bagai ulat yang merindukan kupu-kupu”
6.
Enjambemen : Terletak dalam “Sadar benar benar
sadar”
Unsur Ekstrinsik
1.
Unsur biografi : Puisi ini ditulis oleh Febrian
Melinda. Namun, dalam
pencarian
kami, kami belum menemukan biografi beliau. Kami juga belum menemukan tentang
bagaimana kehidupan dan pengalaman beliau dalam menulis puisi.
2.
Unsur nilai : Unsur nilai yang terkadung
dalam
puisi “Cangkir yang
Kedua”
adalah nilai sosial. Karena orang tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa adanya
orang lain yang berada di sampingnya atau menyayanginya.
0 comments:
Post a Comment